Menu
Membuat SDM Milenial Loyal dalam Bekerja

Banyak sekali diskusi yang melibatkan objek generasi milenial dalam ruang lingkup SDM pada perusahaan. Sedikit gambaran tentang generasi yang unik ini, milenial tumbuh seiring perkembangan teknologi. Biasanya generasi ini lahir dengan rentang tahun kelahiran antara tahun 1980-2000 atau berkisar antara usia 15-34 tahun. Tidak bisa dipungkiri eksistensi generasi milenial saat ini mendominasi dunia kerja.


Karena mereka tumbuh seiring dengan perkembangan teknologi maka aktivitas mereka sangat erat hubungannya dengan teknologi terutama teknologi informasi. Benda seperti laptop dan smartphone yang terhubung dengan internet menunjang berbagai aktivitas kolaborasi virtual, misalnya dengan instant messagingvideo conferencing, atau fitur lainnya bagi anak milenial. Sehingga ketika berada di lingkungan kerja, sangat memungkinkan para karyawan bekerja dan berkomunikasi dari lokasi yang berbeda dalam suatu kesempatan tertentu.
 
Kebiasaan berkolaborasi virtual juga lekat dengan gaya kerja generasi milenial yang memang lahir dan tumbuh di era teknologi digital. Mereka memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menggunakan perangkat teknologi informasi dan komputer. Karyawan dari generasi milenial cenderung lebih menyukai lingkungan kerja dengan kultur yang terbuka dan jam kerja fleksibel. Kolaborasi efektif menjadi kunci keberhasilan untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan.
 
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada sekitar 40% masyarakat Indonesia yang tergolong dalam generasi milenial, dan jumlah ini diperkirakan akan meningkat hingga 50% pada tahun 2020 mendatang. Ini alasan tenaga kerja berkepribadian aktif ini berpotensi menjadi penentu masa depan negara, terutama jika diresap dan dikembangkan oleh pemerintah.
 
Banyak perusahaan kini berupaya mengembangkan lingkungan kerja yang sesuai dengan karakter generasi milenial. Contohnya, Go-Jek, Shopee, Salestock. Perusahaan ini mengembangkan budaya kerja yang bebas dan fleksibel, tak mengenal istilah jam kantor. Mereka memberi ruang luas bagi karyawannya untuk menyelesaikan setiap pekerjaan dan tanggung jawab mereka.
 
Setiap harinya, kaum milennial selalu menggunakan teknologi terkini agar tetap terhubung dimanapun; seperti komputer, ponsel, hingga jam tangan pintar. Ini membuat mereka cenderung lebih mobile, dan dapat bekerja dengan produktif dimanapun mereka berada. Menurut riset yang dilakukan Gartner, 30% milennial merasa sangat produktif bekerja di ruang umum, selama ada teknologi yang mempermudah kolaborasi antar rekan bisnis.
 
Tentu praktik seperti ini menuntut adanya budaya kolaborasi yang berjalan efektif dan terjaga dengan baik. Meski gaya kerja milenial kini semakin populer, perlu dicatat pula bahwa tak semua jenis pekerjaan dapat dilakukan dengan jam kerja sesuka hati, misalkan pada tipe perusahaan manufaktur dengan jadwal produksi yang sangat ketat.
Cara mengelola SDM milenial di lingkungan kerjapun bisa dibilang berbeda. Selain pentingnya sistem open office dan sosok seorang mentor, pemerintah dapat menyediakan fasilitas terkini untuk mendukung kenyamanan bekerja kaum milenial. Ini karena menurut sebuah riset oleh PWC, sekitar 78% milennial perlu menggunakan teknologi yang mereka sukai untuk bisa bekerja lebih efektif dan cepat, dan hasil survey yang dilakukan Microsoft membuktikan 93% responden merasa penggunaaan teknologi terkini adalah salah satu aspek terpenting dalam sebuah pekerjaan.

NEWSLETTER

© 2014 Harrisma Store. All Rights Reserved

LUPA KATA SANDI

Masukkan alamat email yang digunakan untuk mendaftar. Kami akan mengirimkan kata sandi yang baru.

Sarankan Ke Teman

Silahkan isi email teman Anda untuk merekomendasikan produk ini.